Proses kematian malaikat Allah SWT ketika terjadi Kiamat
Proses kematian malaikat Allah SWT ketika terjadi Kiamat 
Baca Juga Artikel

Malaikat merupakan makhluk pertama yang dicipta oleh Allah Swt. Karena dalam hadis-hadis yang disebutkan bahwa penciptaan malaikat dilakukan setelah penciptaan cahaya dan ruh suci Rasulullah Saw dan para Nabi.
Demikian juga, sesuai dengan banyak hadis dan hadis mutawatir makhluk pertama yang dicipta Allah Swt adalah cahaya Muhammad dan para Imam Maksum As dan setelah penciptaan orang-orang suci ini, Allah Swt menciptakan tujuh petala langit dan bumi kemudian setelah itu menciptakan para malaikat.
Jabir bin Abdullah Anshari berkata bahwa aku mendengar dari Rasulullah Saw yang bersabda:
Sesungguhnya Allah Swt menciptakan Aku, Ali, Fatimah, Hasan, Husain dan para imam dari cahaya yang satu, kemudian setelah itu cahaya para pengikut kami dan seterusnya kemudian tujuh petala langit dan bumi lalu para malaikat….”
Terkait dengan kematian para malaikat, mengingat sebelum hari Kiamat seluruh makhluk di langit dan di bumi akan mati sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an,
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hari perhitungan dan pembalasan).” (Qs. Al-Zumar [39]:68)
Ayat ini pertama-tama menandaskan bahwa seluruh yang terdapat di langit dan di bumi akan mengalami kematian yang juga termasuk para malaikat di dalamnya. Karena itu, dari ayat ini dipahami bahwa sebagian makhluk tidak akan mati pasca peniupan pertama.
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para penafsir terkait siapa yang tetap hidup pasca peniupan pertama. Sebagian penafsir berpandangan bahwa mereka adalah sekelompok para malaikat besar seperti Jibril, Mikail, Israfil, Izra’il. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa tatkala Rasulullah Saw membacakan ayat ini, masyarakat bertanya siapa gerangan yang dikecualikan dari kematian pasca peniupan pertama itu? Rasulullah Saw bersabda: “Jibril, Mikail, Israfil, Malaikat Maut dan ketika seluruh makhluk dicabut nyawanya kemudian mereka juga secara berurutan akan mati sesuai dengan perintah Allah Swt.” Riwayat lainnya menyebutkan bahwa para pembawa arsy Tuhan juga akan ditambahkan pada malaikat ini.”
Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman :
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ
Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah Allah (QS. Al Qoshosh : 88).
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
Semua yang ada di bumi itu akan binasa (QS. Ar Rahmaan : 26).
Para malaikat sebagai kalangan yang termasuk penghuni langit, pada umumnya akan mengalami kematian pada saat ditiupnya sangkakala. Tetapi nampaknya Allah memberikan pengecualian kepada beberapa malaikat, diantaranya adalah yang bertugas meniup sangkakala, karena dia harus masih melakukan tiupan pembangkitan. Beberapa kalangan mufasir berpendapat, bahwa termasuk yang tidak dimatikan adalah para malaikat yang utama, Jibril-Mikail-Israfil dan malaikat-malaikat yang mengusung ‘Arsy Allah.
Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menyatakan dengan menukil beberapa sumber, bahwa kemudian beberapa malaikat yang utama itu pun dimatikan oleh malaikat maut atas perintah Allah. Kemudian hamba Allah yang tersisa tinggal malaikat maut sendiri. Allah memerintahkan pula kepada malaikat maut agar mematikan dirinya sendiri. Sehingga tinggal hanyalah Allah Zat yang Mahahidup.
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang dilangit dan dibumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al-Baqarah: 255)
Pada hari kiamat nantinya malaikat Israfil meniup sangkakala kemudian bertugaslah malaikat Izrail untuk mencabut nyawa-nyawa semua makhluk yang masih hidup.
Kemudian Allah memerintahkan Israfil untuk meniup sangkakala. Israfil pun meniupnya, maka seluruh penduduk langit dan bumi mati kecuali yang Allah kehendaki hidup. Ketika semua penduduk langit dan bumi mati bergelimpangan, Malaikat Maut datang menghadap Allah swt. dan berkata,
“Ya Allah, penduduk langit dan bumi telah mati, kecuali (beberapa malaikat) yang Engkau kehendaki (agar tetap hidup).”
“Tinggal siapa?” Tanya Allah swt. (dan pada hakikatnya Dia Maha Tahu).
“Sekarang, tinggal Engkau, Zat yang Maha Hidup dan tidak akan mati, kemudian malaikat-malaikat yang meyangga ‘Arsy-Mu, kemudian Jibril, Mikail dan saya (Malaikat Maut).”
“Matilah Jibril dan Mikail.” Mendengar itu, ‘Arsy bertanya (heran), “Engkau akan mematikan Jibril dan Mikail?”
“Diam kamu!” Jawab Allah swt., “Sudah Ku-tetapkan bahwa setiap makhluk di bawah ‘Arsy-Ku akan mati. Maka, keduanya juga akan mati.” Kemudian, datanglah Malaikat Maut menghadap Allah swt. dan berkata,
“Jibril dan Mikail sudah mati.”
“Tinggal siapa, sekarang?” Tanya Allah swt. (dan pada hakikatnya Dia Maha Tahu).
“Sekarang, tinggal Engkau, Zat yang Maha Hidup dan tidak akan mati, kemudian malaikat-malaikat yang meyangga ‘Arsy-Mu, dan saya (Malaikat Maut).”
“Matilah malaikat-malaikat penyangga ‘Arsy-Ku.” Maka mereka semua mati. Kemudian, Malaikat Maut datang menghadap Allah swt. dan berkata,
“Ya Allah. Malaikat-malaikat penyangga ‘Arsy-Mu telah mati.”
“Tinggal siapa, lagi?” Tanya Allah swt. (dan pada hakikatnya Dia Maha Tahu).
“Sekarang, tinggal Engkau, Zat yang Maha Hidup dan tidak akan mati dan saya.”
“Engkau adalah salah satu dari makhluk-Ku. Engkau Ku-ciptakan untuk mengerjakan apa yang telah engkau lihat (mencabut nyawa). Maka matilah engkau (Malaikat Maut).” Akhirnya, Malaikat Maut pun mati. (HR. Abu Asy-Syaikh)
Dengan demikian, berdasarkan data-data yang diajukan oleh Ibnu Katsir di atas, semua malaikat akan mengalami kebinasaan. Bahkan malaikat Jibril sebagai penghulu para malaikat pun akan menemui kematian. Malaikat maut yang menjadi petugas Allah adalah malaikat terakhir yang mengalami kematian.
Demikian Proses kematian malaikat Allah SWT ketika terjadi Kiamat
Demikian juga, sesuai dengan banyak hadis dan hadis mutawatir makhluk pertama yang dicipta Allah Swt adalah cahaya Muhammad dan para Imam Maksum As dan setelah penciptaan orang-orang suci ini, Allah Swt menciptakan tujuh petala langit dan bumi kemudian setelah itu menciptakan para malaikat.
Jabir bin Abdullah Anshari berkata bahwa aku mendengar dari Rasulullah Saw yang bersabda:
Sesungguhnya Allah Swt menciptakan Aku, Ali, Fatimah, Hasan, Husain dan para imam dari cahaya yang satu, kemudian setelah itu cahaya para pengikut kami dan seterusnya kemudian tujuh petala langit dan bumi lalu para malaikat….”
Terkait dengan kematian para malaikat, mengingat sebelum hari Kiamat seluruh makhluk di langit dan di bumi akan mati sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an,
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hari perhitungan dan pembalasan).” (Qs. Al-Zumar [39]:68)
Ayat ini pertama-tama menandaskan bahwa seluruh yang terdapat di langit dan di bumi akan mengalami kematian yang juga termasuk para malaikat di dalamnya. Karena itu, dari ayat ini dipahami bahwa sebagian makhluk tidak akan mati pasca peniupan pertama.
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para penafsir terkait siapa yang tetap hidup pasca peniupan pertama. Sebagian penafsir berpandangan bahwa mereka adalah sekelompok para malaikat besar seperti Jibril, Mikail, Israfil, Izra’il. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa tatkala Rasulullah Saw membacakan ayat ini, masyarakat bertanya siapa gerangan yang dikecualikan dari kematian pasca peniupan pertama itu? Rasulullah Saw bersabda: “Jibril, Mikail, Israfil, Malaikat Maut dan ketika seluruh makhluk dicabut nyawanya kemudian mereka juga secara berurutan akan mati sesuai dengan perintah Allah Swt.” Riwayat lainnya menyebutkan bahwa para pembawa arsy Tuhan juga akan ditambahkan pada malaikat ini.”
Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman :
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ
Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah Allah (QS. Al Qoshosh : 88).
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
Semua yang ada di bumi itu akan binasa (QS. Ar Rahmaan : 26).
Baca Juga
- Apa Dalil Orang Meninggal di Hari Jumat Bebas Dari Siksa Kubur
- Keutamaan Sholat Dhuha sesuai menurut Hadits Shahih
- Hikmah dan Manfaat Sholat Tahajud bagi yang Istiqomah Rutin Mengerjakannya
- Inilah Ciri-Ciri Wanita Ahli Surga dan Kenikmatan Surga
- Keutamaan Sholat Sunnah Utaqo dan Tata Cara Sholat Sunnah Utaqo 8 Rakaat di Bulan Syawal
Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menyatakan dengan menukil beberapa sumber, bahwa kemudian beberapa malaikat yang utama itu pun dimatikan oleh malaikat maut atas perintah Allah. Kemudian hamba Allah yang tersisa tinggal malaikat maut sendiri. Allah memerintahkan pula kepada malaikat maut agar mematikan dirinya sendiri. Sehingga tinggal hanyalah Allah Zat yang Mahahidup.
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang dilangit dan dibumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al-Baqarah: 255)
Pada hari kiamat nantinya malaikat Israfil meniup sangkakala kemudian bertugaslah malaikat Izrail untuk mencabut nyawa-nyawa semua makhluk yang masih hidup.
Kemudian Allah memerintahkan Israfil untuk meniup sangkakala. Israfil pun meniupnya, maka seluruh penduduk langit dan bumi mati kecuali yang Allah kehendaki hidup. Ketika semua penduduk langit dan bumi mati bergelimpangan, Malaikat Maut datang menghadap Allah swt. dan berkata,
“Ya Allah, penduduk langit dan bumi telah mati, kecuali (beberapa malaikat) yang Engkau kehendaki (agar tetap hidup).”
“Tinggal siapa?” Tanya Allah swt. (dan pada hakikatnya Dia Maha Tahu).
“Sekarang, tinggal Engkau, Zat yang Maha Hidup dan tidak akan mati, kemudian malaikat-malaikat yang meyangga ‘Arsy-Mu, kemudian Jibril, Mikail dan saya (Malaikat Maut).”
“Matilah Jibril dan Mikail.” Mendengar itu, ‘Arsy bertanya (heran), “Engkau akan mematikan Jibril dan Mikail?”
“Diam kamu!” Jawab Allah swt., “Sudah Ku-tetapkan bahwa setiap makhluk di bawah ‘Arsy-Ku akan mati. Maka, keduanya juga akan mati.” Kemudian, datanglah Malaikat Maut menghadap Allah swt. dan berkata,
“Jibril dan Mikail sudah mati.”
“Tinggal siapa, sekarang?” Tanya Allah swt. (dan pada hakikatnya Dia Maha Tahu).
“Sekarang, tinggal Engkau, Zat yang Maha Hidup dan tidak akan mati, kemudian malaikat-malaikat yang meyangga ‘Arsy-Mu, dan saya (Malaikat Maut).”
“Matilah malaikat-malaikat penyangga ‘Arsy-Ku.” Maka mereka semua mati. Kemudian, Malaikat Maut datang menghadap Allah swt. dan berkata,
“Ya Allah. Malaikat-malaikat penyangga ‘Arsy-Mu telah mati.”
“Tinggal siapa, lagi?” Tanya Allah swt. (dan pada hakikatnya Dia Maha Tahu).
“Sekarang, tinggal Engkau, Zat yang Maha Hidup dan tidak akan mati dan saya.”
“Engkau adalah salah satu dari makhluk-Ku. Engkau Ku-ciptakan untuk mengerjakan apa yang telah engkau lihat (mencabut nyawa). Maka matilah engkau (Malaikat Maut).” Akhirnya, Malaikat Maut pun mati. (HR. Abu Asy-Syaikh)
Dengan demikian, berdasarkan data-data yang diajukan oleh Ibnu Katsir di atas, semua malaikat akan mengalami kebinasaan. Bahkan malaikat Jibril sebagai penghulu para malaikat pun akan menemui kematian. Malaikat maut yang menjadi petugas Allah adalah malaikat terakhir yang mengalami kematian.
Demikian Proses kematian malaikat Allah SWT ketika terjadi Kiamat
Baca Juga Artikel
-
Keutamaan manfaat mengamalkan membaca asmaul husna dan menghafal 99 asmaul husna
-
Keutamaan manfaat Doa Al-Matsurat Dzikir Pagi dan Petang dan fadhilah membaca Al MaTsurat
-
cara agar bisa ikhlas dan mengenal macam-macam tanda ciri-ciri orang ikhlas
-
Hikmah rahasia keajaiban shalat subuh dan keutamaan manfaat shalat subuh berjamaah
-
hikmah keutamaan shalat Tahajud dan manfaat keajaiban sholat malam tahajud qiyamullail
-
Keutamaan Adzan dan Pahala Manfaat mengumandangkan adzan Bagi Para Muadzin
-
Hikmah shalat 5 ( lima ) waktu dan keutamaan manfaat sholat fardhu
-
Keutamaan sholat dhuha dan manfaat pahala mengerjakan shalat dhuha
-
ciri-ciri golongan wanita penghuni neraka dan sebab banyak wanita masuk neraka
-
Ancaman siksaan dan dosa bahaya meninggalkan sholat fardhu lima waktu
-
Hikmah manfaat berkurban dan keutamaan qurban hari raya idul adha
-
Hikmah Bulan sya'ban : keistimewaan puasa dan keutamaan malam Nisfu Sya'ban
-
Hikmah Keistimewaan bulan rajab dan keutamaan fadhilah manfaat puasa rajab