Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hikmah Keutamaan Manfaat Shalat Sunnah Rawatib muakkad dan ghoiru muakkad

Hikmah-Keutamaan-Manfaat-Shalat-Sunnah-Rawatib-muakkad-dan-ghoiru-muakkad
Hikmah Keutamaan Manfaat Shalat Sunnah Rawatib muakkad dan ghoiru muakkad  Hikmah-Keutamaan-Manfaat-Shalat-Sunnah-Rawatib-muakkad-dan-ghoiru-muakkad

Hikmah Keutamaan Manfaat Shalat Sunnah Rawatib muakkad dan ghoiru muakkad www. dzikirislam.com


Shalat Sunnah Rawatib adalah Shalat sunnah yang waktu pelaksanaannya sebelum dan setelah selesai mengerjakan shalat fardhu lima 5 waktu.

Sholat Sunat Rawatib yang dikerjakan sebelum sholat fardu disebut rawatib qobliyah,
sedangkan Sholat Sunat Rawatib yang dikerjakan sebelum sholat wajib disebut rawatib ba'diyah.

Begitu besar pahala yang didapatkan bagi yang rutin mengerjakan amalan Shalat Sunnah Rawatib terutama 12 Rakaat Shalat Sunnah Rawatib dengan mendaptkan pahala dibuatkan gedung rumah di Surga.

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Dan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam selalu menjaga ke-12 rakaat tersebut ketika beliau sedang tidak bepergian. Beliau bersabda,

من صلى ثنتي عشرة ركعة تطوعا في اليوم والليلة ، بني له بهن بيت في الجنة

“barangsiapa yang shalat sunnah 12 rakaat dalam sehari semalam, Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga” (HR. Muslim no. 728).

Ummu Habibah berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa Shalat dalam sehari semalam dua belas rakaat, akan dibangun untuknya rumah di Surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum Shalat Subuh." (HR Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan sahih).

“Dari Aisyah ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: Dua rakaat fajar (qabliyah subuh) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim)

"Dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu dia berkata: "Aku shalat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Jum’at, dua rakaat sesudah Maghrib dan dua rakaat sesudah Isya." (Muttafaq ‘alaih)"

"Dari Abdullah bin Mughaffal radhiallahu anhu , ia berkata: "Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam , ‘Di antara dua adzan itu ada shalat, di antara dua adzan itu ada shalat, di antara dua adzan itu ada shalat. Kemudian pada ucapannya yang ketiga beliau menambahkan: ‘bagi yang mau". (Muttafaq ‘alaih)"

"Dari Ummu Habibah Radhiallaahu anha, ia berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Barangsiapa yang menjaga empat rakaat sebelum Dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkannya dari api Neraka." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih)"

Sesungguhnya diantara hikmah dan rahmat Allah atas hambanya adalah disyariatkannya At-tathowwu’ (ibadah tambahan). Dan dijadikan pada ibadah wajib diiringi dengan adanya at-tathowwu’ dari jenis ibadah yang serupa. Hal itu dikarenakan untuk melengkapi kekurangan yang terdapat pada ibadah wajib.

Dan sesungguhnya at-tathowwu’ (ibadah sunnah) di dalam ibadah sholat yang paling utama adalah sunnah rawatib. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengerjakannya dan tidak pernah sekalipun meninggalkannya dalam keadaan mukim (tidak bepergian jauh).

1. Pahala Shalat Sunnah

” Barangsiapa yg menghidupkan Satu Sunnah dari Sunah sunnahku, kemudian diamalkan oleh Manusia, maka dia akan memperoleh Pahala seperti Pahala Orang-Orang yg mengemalkan-nya, dg tidak mengurangi Pahala mereka sedikit pun ”.

2. Akan Di bangun Rumah di dalam Surga

 ” Barangsiapa Shalat dlm sehari semalam 12 Rakaat maka akan dibangun untuknya Rumah didalam Surga yakni 4 Rakaat Shalat Sebelum Dzuhur dan 2 Rakaat Sesudah Shalat Dzuhur, 2 Rakaat Sesudah Shalat Maghrib dan 2 Rakaat Sesudah Shalat Isya, serta 2 Rakaat Sebelum Shalat Subuh (Hadits Shahih Riwayat At Tirmidzi) ”.

 3. Selamat dari Api Neraka

 ” barang siapa yg menjaga Empat Shalat Sebelum Shalat Dzuhur dan Empat Rakaat Sesudah Shalat Dzuhur, maka Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengharamkan -nya dari Api Neraka (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi) ”.

4. Lebih Baik Dari Dunia dan Seisinya

” 2 Rakaat Shalat Sunnah yang dikerjakan Sebelum Shalat Subuh itu lebih baik daripada Dunia dan Seisinya (Hadits Riwayat Muslim) ”. Selain itu Manfaat Shalat Rawatib yang lainnya adalah akan diberikan Rahmat oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Hadits Shahih dari Ibnu Umar Ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberi Rahmat kepada Orang yang mengerjakan Shalat Empat Rakaat Sebelum Shalat Ashar (Hadits Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi) ”.

5. Menambal Kekurangan Shalat Wajib

Shalat Wajib Lima Waktu yang kita kerjakan apalagi secara munfarid sendirian  terkadang kurang sempurna bacaan dan khusyu sholat kurang fokus maka dari itu dengan Shalat Sunnah maka bisa digunakan sebagai menambal (menutup) kekurangan didalam mengerjakan shalat wajib lima waktu.

Hukum Sholat Sunnah Rawatib

Sholat Sunat Rawatib itu bila ditinjau dari segi hukumnya terbagi dua :

Sholat Sunat Rawatib Muakkad yaitu sholat sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, karena selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad Saw.


Sholat Sunat Rawatib Muakkad terdiri dari :

Dua rakaat sebelum sholat Subuh.
Dua rakaat sebelum sholat Zuhur.
Dua rakaat sesudah Shola Zuhur.
Dua rakaat sesudah sholat Magrib.
Dua rakaat sesudah sholat Isya

”Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Saya ingat dari Rasulullah Saw, dua rakaat
sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat
sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh”.  (HR. Bukhari dan Muslim).

Sholat Sunnah Rawatib Ghoiru Muakkad yaitu  sholat sunnah yang kurang dianjurkan untuk dilaksanakan, karena Nabi Muhammad Saw tidak selalu melaksanakannya.

Sholat Sunnah Rawatib Ghoiru Muakkad terdiri dari :

Dua rakaat sebelum Sholat Zuhur.
Dua rakaat sesudah Sholat Zuhur.
Empat rakaat sebelum Sholat Ashar.
Dua rakaat sebelum Sholat Magrib.
Dua rakaat sebelum Sholat Isya


Jumlah Sholat Sunnah Rawatib

Hadits Ummu Habibah di atas menjelaskan bahwa jumlah sholat rawatib ada 12 rakaat dan penjelasan hadits 12 rakaat ini diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)

Surat yang Dibaca pada Sholat Rawatib 

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kaafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surat Al Ikhlas (قل هو الله أحد).”  (HR. Muslim no. 726)

Dan dari Sa’id bin Yasar, bahwasannya Ibnu Abbas mengkhabarkan kepadanya: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunnah sebelum subuh dirakaat pertamanya membaca: (قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا) (QS. Al-Baqarah: 136), dan dirakaat keduanya membaca: (آمنا بالله واشهد بأنا مسلمون) (QS. Ali Imron: 52). (HR. Muslim no. 727)

Dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anha, dia berkata: Saya sering mendengar Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau membaca surat pada sholat sunnah sesudah maghrib:” surat Al Kafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surat Al Ikhlas (قل هو الله أحد). (HR. At-Tarmidzi no. 431, berkata Al-Albani: derajat hadits ini hasan shohih, Ibnu Majah no. 1166)

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Sunnah Rawatib terdapat di dalamnya salam, seseorang yang sholat rawatib empat rakaat maka dengan dua salam bukan satu salam, karena sesungguhnya nabi bersabda: “Sholat (sunnah) di waktu malam dan siang dikerjakan dua rakaat salam dua rakaat salam”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/288)

As-Syaikh Muammad bin Utsaimin rahimahullah berkata, “Tidak ada sunnah rawatib sebelum dan sesudah sholat ashar, namun disunnahkan sholat mutlak sebelum sholat ashar”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/343)

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian mengerjakan sholat jum’at, maka sholatlah sesudahnya empat rakaat“. (HR. Muslim no. 881)

As-Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata, “Adapun sesudah sholat jum’at, maka terdapat sunnah rawatib sekurang-kurangnya dua rakaat dan maksimum empat rakaat” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 13/387)

As-Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata: “Disyariatkan ketika safar meninggalkan sholat rawatib kecuali sholat witir dan rawatib sebelum subuh”. (Majmu’ Fatawa 11/390).

Waktu  Sholat Rawatib

Ibnu Qudamah berkata: “Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut “. (Al-Mughni 2/544)

Demikian Hikmah Keutamaan Manfaat Shalat Sunnah Rawatib muakkad dan ghoiru muakkad , mudahan kita selalu istiqomah rutin mengerjakan 12 rakaat Shalat Sunnah Rawatib.


Baca Juga Artikel